Mengenang Diklatsar 29

Ketika Hari Mulai Menggelap…

Waktu itu, berdiri aku di senja senyap. Suara adzan bergeming di dinding sanubariku, menggetarkan sekujur tubuhku. Lekas kuambil air suci itu lalu kuusap ke anggota badanku. Seketika, angin kecil-kecil pun datang mengusap wajahku, menghembus pohon-pohon. Meleburkan semua rasa penat dan letih…

Tapi perjuangan belum terhenti sampai di situ! Dingin semakin mencekik. Membuatku terpekik, termangu sepi yang kejam. Diam-diam, suara-suara itu menyelinap di balik sepinya suasana, memecah kesunyian menjadi keping-keping doktrin yang mengandung sejuta makna. Debu-debu beterbangan, mengantar sejumlah amanat yang harus kulaksanakan. Aku pun terdiam, larut diantara solidaritas dan loyalitas yang diaduk menjadi sebuah tanggung jawab yang akan kuemban. Satu persatu kakiku menjejak, langkah kian memberat, terseok rintangan yang kulewati, membuatku haus akan pesan yang tersirat. Mental dan fisik dipertaruhkan demi selembar kain yang berserat nyali dan terajut dari benang-benang keberanian, berlambangkan SISPENA…

Mengenang diklatsar A2 XXIX yg tak pernah kulupakan dan slalu mnjdi kenangan terindah skaligus terburuk dlm hidupku..

Phow
2906009

3 thoughts on “Mengenang Diklatsar 29

  1. jadi ingat masa2 waktu jadii penguurus
    seru,,..
    asik,,..
    seneng,..
    +
    selam,…

  2. Ketika Usiamu Semakin Bertambah..

    Angin mendesir… Berhembuslah udara hangat yang menyegarkan… Meski usiamu semakin tua, namun hitam putih benang yang kau rajut tak pernah lusuh termakan zaman.. Hingga kini pun kau tetap menjadi motivator bagi kami..
    Kau berikan kami suatu pelajaran yang tak kan pernah kami dapat dari mana pun.. Kau yang mendewasakan kami dengan segala rintangan yang kami tempuh.. Sekali lagi, warnamu tak pernah lusuh..

    Selalu memberi kami keceriaan dengan pancaran ronamu.. Menyatukan kami dengan loyalitas… Menyadarkan kami untuk saling membantu dengan solidaritas.. Tak lupa pula kau tuntun kami dengan tanggung jawab..

    Inilah sosokmu yang kami kenal.. Bukan hanya sekedar kain yang berlambang, namun kau ajarkan kami segala hal di sini, di SISPENA…

    Mengenang Dies Natalis SISPENA A2 XXIX yang tak pernah kulupa..

    Phow
    2906009

  3. anasta, ank.29 SISPENA

    ketika itu hujan turun, hendak kemana jemari kaki ini pun kaku tak bermakna arah…
    n dalam jiwa SISPENA kala itu, bangkitkan aroma semangat dalam duniaku…
    utk Ank.29 SISPENA, darahku mengalir dalam tiap persaudaraan kita….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s