Ekspedisi Gunung Arjuno – Juli 1986

Artikel ini ditulis oleh Mas Nur Hidajat, alumni Sispena, 1985. Foto yang mendampingi tulisan ini merupakan koleksi pribadi yang tertimbun 23 tahun. Berikut kisah perjalanannya.

Saya akan bercerita sedikit mengenai pengalaman naik gunung Arjuno (3339 mdpl) bersama rombongan Sispena. Rombongan? Yup, karena tim pendakinya banyak banget.

Seingat saya, pendakian dilangsungkan pada bulan Juli tahun 1986, ketika  liburan sekolah. Berbekal peralatan pendakian gunung yang masih sederhana banget bila dibandingkan peralatan pendakian era sekarang.

Seingat saya, kami berangkat menumpang bus non-AC menuju Lawang. Sispena membawa tenda segitiga – model pramuka, ransel punggung dengan bingkai pipa besi dengan bantalan tali ransel yang sudah lecek hampir nggak ada lapisan busa-nya. Menyakitkan di pundak, bro. Tapi saya salut dengan semangat tim untuk bisa sampai ke puncak Arjuno. Setiba di Lawang kami berganti dengan kendaraan lokal menuju perkebunan teh Wonosari.

Seingat saya, kami menginap semalam di salah satu gubuk di perkebunan teh. Pagi-pagi kami bergerak naik ke gunung Arjuno. Pergerakan menembus hutan Arjuno “Lalijiwo” yang masih lebat. Sementara di bawah kami, secara hampir bersamaan, ada tim Malvaceae – pecinta alam SMA FIP (sekarang SMA Negeri 4 Jember).

“Kejadian aneh-aneh” adalah saat kami sudah berada di hutan Lalijiwo. Tiba-tiba jalan yang kami lalui tertutup semak belukar (baca: mentok). Untuk menghindari tim tercerai berai, para senior berbagi tugas untuk mencari jalan yang benar. Semua anggota tim yang tidak berkepentingan diharap duduk beristirahat dan “tidak boleh kemana-mana” . Saya kebagian di tengah untuk mencari jejak tanah/trek ke Puncak Arjuno (maklum waktu itu belum ada ilmu navigasi darat dan membaca peta kompas). Lebatnya Lalijiwo memang memungkinkan jalan tanah tertutup semak, di samping memang sudah terkenal dengan mitos “Lalijiwo” yang sering membuat pendaki gunung tersesat. Wallahua’alam. Setelah lama berselang, kami saling bersahutan memanggil teman-teman kami. Dan tiba-tiba ada teriakan lantang bahwa jalan sudah terlihat lagi. Kami pun berkumpul lagi, dan sama-sama menyaksikan bahwa di tempat kami menemukan jalan mentok tadi ternyata kelihatan jalan setapak lagi. Kami termenung sesaat dan selanjutnya setelah berdoa seluruh tim melanjutkan perjalanan pendakian. Saya pun berbicara lirih¬† “Nuwun sewu, Mbah“.

Kami sempat tidur ditengah hutan semalam. Keesokan harinya kami sudah bisa menggapai puncak Arjuno. Batu-batu terjal menandai puncak gunung yang konon tertinggi ke-dua di antara gunung-gunung di Jawa Timur setelah Semeru. Bunga edelweiss yang berbalut embun dan kristal es menyebar di bawah puncak.

arjuno-86_1st_edited1

arjuno-86_2nd_edited

arjuno-86_3rd_edited

Gunung Semeru sesekali terlihat menyemburkan asap putih bak cendawan yang membumbung ke angkasa. Dari Puncak Arjuno, saya membuat puisi tentang kekaguman saya pada Semeru, dan akhirnya saya bisa menyambangi gunung tersebut tahun 1988.

Kontributor: Nur “Kopie” Hidajat

Nur Hidajat, alumni Sispena, bermukim di Jember, aktif mempromosikan tempat-tempat wisata Jember/Jawa Timur, bekerja sebagai Managing Director PT Warna Indonesia Tour & Travel.

About these ads
This entry was posted in Alumni, Artikel, Ekspedisi. Bookmark the permalink.

8 Responses to Ekspedisi Gunung Arjuno – Juli 1986

  1. subadjie (baji) says:

    seru banget …
    puncak arjuno taoen 1988…
    sayangnya waktu itu aq masih di bangku eSDe
    aq baru mengenal alam taon 1999
    aq penjelajah di antara temen2 aq
    salam rimba buat smua pecinta alam
    di seluruh jagad

  2. dwi nur sholihah says:

    eh sala kenal aq dwi,nama alamq keren dari smegridapala (smea pgri 2 sidoarjo pecinta alam)
    salam lestari bwt anak sispena ya,tetep semangat untuk ndaki arjuno lagi,di situ kebersamaan akan terasa lo……. .

    • Nanang Y. says:

      Mas Nur, saluut but sampeyan masih nyimpen foto2 tsb. Say a termasuk salah satu orang Yang tersesat di alas “lali jiwo” tsb.
      Nek dieling-eling rodo’ deg2 an juga waktu itu.
      Salam kanggo konco2 yo….
      (Nanang Y. , alumni A1-1987…..)

  3. berty says:

    keren…aku alumni malvacea(sma 4) sekaligus sekarang anggota aktif Mahadipa(fak.teknik-unej)…salam lestari buat seluruh anggota

  4. arnold says:

    Hai, Salam Kenal
    sekedar membagi Informasi tentang penyewaan tenda dan alat-alat camping, pembuatan dan penjualan tenda,
    Berkemah, Camping, kemping, Even, Wisata Alam, Mabim, Outbound Training, Tenda Dome, Tenda Sarnafil atau Tenda Kerucut;
    silakan hubungi kami di http://www.tendaku.net atau http://www.mrcamp.net
    email : tendakubandung@yahoo.com
    thx..

  5. ayyung says:

    coba-coba di gunung baliase sul sel termasuk 5 tersulit kategori hutan hujan indonesia call me 085299960666

  6. lain dengan aku pernah juga tersesat disemak belukar, waktu itu pukul +_ 21:00 aku menuju puncak perjalananku melewati petilasan2, terakir petilasan itu namanya SPILAR. waktu itu hujan lebat dan aku bersama teman 4orang turun lagi kepetilasan eyang TOGOG ATAU MAKUTHO ROMO. ya emang bener adanya misteri GUNUNG ARJUNO. PERNAH JUGA SAYA DIANTARKAN SEEKOR BURUNG UNTUK MENUJU PUNCAK 29 BEGITU KATA GURU PEMBIMBING BATIN SAYA . SALAM ABADI . A R J U N O

  7. die chemboet says:

    gunung arjuno keren habis… ni aku mo ambil cuti buat ke puncak sana… emh …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s